Longsor seringkali terjadi di Indonesia karena berbagai faktor, mulai dari faktor alam hingga faktor manusia. Mengapa longsor terjadi di Indonesia? Salah satunya adalah karena Indonesia terletak di jalur lingkaran api Pasifik yang rawan terhadap bencana alam, termasuk longsor. Selain itu, faktor manusia seperti deforestasi dan pembangunan yang tidak terkendali juga turut berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya longsor di Indonesia.
Menurut Dr. Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), “Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, termasuk longsor. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana untuk menghadapi risiko longsor di Indonesia.”
Bagaimana menghadapi longsor di Indonesia? Salah satu cara adalah dengan melakukan penanganan yang holistik dan berkelanjutan. Menurut Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (BNPB), “Kita perlu melakukan pemetaan risiko bencana longsor, membangun infrastruktur yang tahan bencana, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya longsor.”
Selain itu, kita juga perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga penelitian, hingga masyarakat dalam upaya mitigasi bencana longsor. Menurut Prof. Dr. Bambang Setiadi, pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada, “Kerjasama antarstakeholder sangat penting dalam menghadapi risiko longsor di Indonesia. Kita perlu bekerja sama dalam mengidentifikasi daerah rawan longsor, membangun sistem peringatan dini, dan melaksanakan evakuasi yang cepat dan efektif.”
Dengan langkah-langkah yang terintegrasi dan kolaboratif, diharapkan risiko longsor di Indonesia dapat diminimalkan dan kerugian akibat bencana longsor dapat diminimalisir. Sebagai negara yang rawan terhadap bencana alam, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi longsor sangatlah penting untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.